Kamis, 27 Juni 2019

PROTOKOL ICMP, POP 3, SMTP, FTP, ARP & KELEBIHAN KEKURANGAN Ipv4 DAN Ipv6


Protokol
1.      Internet Control Message Protocol (ICMP) 
ICMP adalah protokol jaringan internet yang berfungsi untuk memberikan kiriman pesan – pesan ke dalam sebuah jaringan, mulai dari mengirimkan pesan eror, pesan diterima, hubungan putus atau connection lost, dan sebagainya. Dengan adanya ICMP ini, maka jaringan akan mengetahui respon – respon yang terjadi dalam konektivitas di dalam jaringan itu berlangsung.
    Berikut ini adalah beberapa fungsi utama dari ICMP :
a.)  Membantu proses error handling / melaporkan apabila terjadi error pada sebuah jaringan
Error merupakan salah satu gejala yang paling mungkin terjadi di dalam sebuah jaringan komputer. Error biasanya terjadi ketika pesan dan juga request tidak dapat tersampaikan ke host, ataupun koneksi terputus atau kehilangan koneksi dalam proses transmisi data di dalam jaringan komputer.
Dengan adanya protocol ICMP ini, maka setiap error yang terjadi dapat dihandle langsung oleh protocol ini, dimana protocol ICMP ini bertugas untuk melakukan tindakan – tindakan ketika terjadi yang namanya error di dalam sebuah jaringan komputer tesebut.
b.)   Membantu control procedure atau prosedur pengaturan pada sebuah jaringan
Control procedure atau prosedur pengontrolan juga merupakan tugas dan fungsi utama dari protocol ICMP ini. ICMP bertugas untuk mengatur dan mengontrol segala macam bentuk pengaturan pada sebuah jaringan kompter. Dengan adanya ICMP ini, maka setiap jaringan komputer dapat berjalan sesuai dengan prosedur juga ketentuan yang ada, sehingga tidak mengalami melenceng atau kesalahan dalam proses transmisi jaringan tersebut.
c.) Menyediakan pengendalian error dan pengendalian arus pada network layer atau lapisan jaringan
Pengendalian error atau error handling sudah dibahas pada poin sebelumnya. Akan tetapi, selain melakukan pengendalian error atau error handling ini, ICMP juga memiliki tugas juga fungsi lainnya, yaitu melakukan pengenalian terhadap arus informasi yang ditransmisikan pada network layer atau lapisan jaringan.
Seperti diketahui, ketika bekerja, sebuah jaringan akan memiliki beberapa macam lapisan atau layer – layer tertentu yang mana setiap paket data harus melewatinya. ICMP bertugas untuk melakukan pengendalian terhadap arus yang akan masuk ke dalam masing – masing layer tersebut.
d.)  Mendeteksi terjadinya error pada jaringan, seperti connection lost, kemacetan jaringan dan sebagainya
Tugas pendeteksian dan juga pelaporan akan terjadinya error juga merupakan tugas dan fungsi utama dari ICMP ini. ICMP merupakan protocol yang memilki peran penting ketika terjadi error pada sebuah jaringan atau network. Ketika ICMP mendeteksi terjadinya error, biasanya router atau perangkat keras jaringan lainnya akan memberikan tanda kepada ICMP, misalnya host tidak dapat dijangkau, atau koneksi terputus.
Pada saat itu, ICMP akan menerima dan mendeteksi hal tersebut, dan kemudian melaporkan situasi dimana terjadi error.
    
2.      Post Office Protocol versi 3 ( POP3 )
POP3 adalah kependekan dari Post Office Protocol versi 3. Sesuai dengan namanya, POP3 adalah sebuah protocol di dalam jaringan internet yang memiliki fungsi seperti bis surat, dan digunakan di dalam email client yang kita miliki untuk mengambil dan membaca email atau surat elektronik yang masuk.
    Fungsi dari POP3  :  
 POP3 adalah sebuah protocol internet yang digunakan untuk mengakses email atau surat elektronik yang masuk ke dalam email client. Fungsi utama dari POP3 ini adalah untuk menyimpan sementara email yang terkirim di dalam sebuah email server, dan kemudian meneruskannya ke dalam email client, dimana baru akan terespon ketika email tersebut sudah dibuka oleh user yang berhak (dalam hal ni adalah mereka yang memegang username dan juga password dari alamat email).

3.      Simple Mail Transfer Protocol ( SMTP )
Merupakan kependekan dari Simple Mail Transfer Protocol. Apabila kita artikan secara harafiah, maka bisa dikatakan bahwa SMTP merupakan sebuah protocol yang digunakan untuk melakukan proses pengiriman dan penerimaan (proses transfer sebuah surat secara elektronik), namun dengan menggunakan sebuah acara teknis yang simple dan mudah untukdipaham dan diimplementasikan.
     Fungsi SMTP :
SMTP Digunakan untuk membantu user mengirimkan surat elektronik kepada penerima. Jadi dengan menggunakan protocol SMTP ini, maka anda sebagai seorang user dapat mengirimkan pesan elektronik atau email kepada penerima.

4.   File Transfer Protokol ( FTP )
File Transfer Protokol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang men-support TCP/IP protokol. Dua hal penting yang ada dalam FTP adalah FTP server dan FTP Client. FTP server menjalankan software yang digunakan untuk tukar menukar file, yang selalu siap memberian layanan FTP apabila mendapat request dari FTP client. FTP client adalah komputer yang request koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar-menukar file (upload dan download file).
     Fungsi FTP adalah sebagai berikut :
a.)    Untuk men-sharing data.
b.)    Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer.
c.)    Untuk menyediakan tempat penyimpanan bagi user.
d.)    Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien.

5.  Address Resolution Protocol  ( ARP )
ARP atau Address Resolution Protocol adalah protocol yang bertugas untuk mencari tahu alamat hardware atau Mac Address dari sebuah host yang tergabung dalam sebuah jaringan LAN dengan menggunakan atau berdasarkan alamat IP address dari host tersebut.
     Fungsi ARP :
Fungsinya ARP adalah untuk meningkatkan keamanan. Dalam mikrotik, masukan ARP bisa didapat secara dynamic. Namun untuk meningkatkan keamanan, kita dapat memasukkan ARP static secara manual. Dengan hanya membolehkan sebuah router me-reply hanya untuk masukan ARP static pada tabel ARP, maka akan membatasi akses ke router dan jaringan di belakang router, yang hanya untuk IP address atau mac address dengan kombinasi.


KELEBIHAN DAN KEKURANGAN Ipv4 & Ipv6

Kelebihan IPv4    :
1.)    Tidak mensyaratkan ukuran paket pada link-layer dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte.
2.)    Pengelolaan rute informasi yang tidak memerlukan seluruh 32 bit tersebut, melainkan cukup hanya bagian jaringannya saja, sehingga besar informasi rute yang disimpan di router, menjadi kecil. Setelah address jaringan diperoleh, maka organisasi tersebut dapat secara bebas memberikan address bagian host pada masing-masing hostnya.

   Kekurangan IPv4   :
1.)    Panjang alamat 32 bit (4bytes).
2.)    Dikonfigurasi secara manual atau DHCP IPv4.
3.)    Dukungan terhadap IPSec opsional.
4.)    Fragmentasi dilakukan oleh pengirim dan pada router, menurunkan kinerja router.
5.)  IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat). IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja.


   Kelebihan IPV6     :
1)   Ruang alamat yang lebih besar yaitu 128 bit.
2)  Pengalamatan multicast, yaitu pengiriman pesan kebebrapa alamat dalam satu group.
3) Stateless address autoconfiguration (SLAAC), IPv6 dapat membuat alamat sendiri tanpa bantuan DHCPv6.
4)   Keamanan lebih bagus dengan adanya default security IPSec.
5)   Pengiriman paket yang lebih sederhana dan efisien.
6)   Dukungan mobilitas dengan adanya Mobile IPv6.

   Kekurangan IPV6  :
1) Operasi IPv6 membutuhkan perubahan perangkat (keras dan/atau lunak) yang baru yang mendukungnya.
2) Harus ada pelatihan tambahan, serta kewajiban tetap mengoperasikan jaringan IPv4, sebab    masih banyak layanan IPv6 yang berjalan di atas IPv4.

Rabu, 17 April 2019

Macam - Macam Topologi Jaringan

Pengertian Topologi Jaringan




Apa itu topologi jaringan? Topologi Jaringan komputer adalah metode atau cara yang digunakan agar dapat menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya. Struktur atau jaringan yang digunakan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya bisa dengan menggunakan kabel ataupun nirkabel (tanpa kabel).
Pada pelaksanaannya, ada beberapa macam topologi jaringan komputer yang digunakan sesuai dengan skala jaringan, tujuan, biaya, dan penggunanya. Beberapa macam topologi jaringan tersebut adalah topologi bus, topologi star, topologi ring, topologi mesh, dan topologi tree.
Masing-masing jenis topologi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga dalam penggunaannya harus benar-benar memperhatikan peruntukkannya.


Macam-Macam Topologi Jaringan Komputer

1. Topologi Bus

Contoh Topologi Bus

Topologi Jaringan Komputer yang pertama yaitu Topologi bus bisa dibilang cukup sederhana dibanding topologi yang lainnya, karena topologi ini biasanya digunakan pada instansi jaringan berbasis FO (Fiber Optik), kemudia digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan client atau node.

Topologi busa menggunakan sebuah kabel jenis coaxial disepanjang node client dan pada umumnya, ujung kabel coaxial biasanya diberikan T konektor sebagai end to end.



Kelebihan Topologi Bus


  • Penggunaanya yang cukup mudah dan efisien
  • Penambahan client/workstation baru dapat dilakukan dengan mudah
  • Hanya menggunakan sedikit kabel
  • Biaya yang murah
  • Sederhana 


Kekurangan Topologi Bus


  • Jika salah satu kabel terputus atau bermasalah, maka hal tersebut dapat menggangu komputer client/workstation yang lain
  • Proses mengirim dan menerima data yang kurang efisien, biasanya sering terjadi collision atau tabrakan data 
  • Topologi yang sangat jadul dan sulit dikembangkan


2. Topologi Star

contoh topologi star


Topologi Jaringan Komputer selanjutnya yaitu Topologi Star, Sama seperti namanya yaitu star atau bintang, topologi ini berbentuk bintang dan pada topologi ini merupakan salah satu topologi jaringan yang biasanya menggunakan switch/hub untuk menghubungkan client satu dengan client yang lainnya.



Kelebihan Topologi Star

  • Keamanan yang cukup bak
  • Apabila ada satu komputer mengalami kerusakan, maka jaringan pada topologi ini akan tetap berjalan dan tidak mempengaruhi komputer lain
  • Fleksibel
  • Kemudahan mendeteksi masalah pada jaringan 


Kekurangan Topologi Star

  • Biaya yang cukup mahal
  • Jika switch/hub mengalami kerusakan, maka seluruh komputer yang tersambung pada topologi ini juga mengalami masalah
  • Membutuhkan banyak kabel


3. Topologi Ring

contoh topologi ring


Topologi Jaringan Komputer selanjutnya yaitu Topologi ring atau cincin adalah salah satu topologi jaringan yang menghubungkan satu PC dengan PC lainnya dalah suatu rangkaian melingkar, mirip degan cincin.

Biasanya topologi ini hanya menggunakan LAN Card untuk menghubungkan PC satu dengan PC yang lainnya.



Kelebihan Topologi Ring

  • Memiliki performa yang lebih baik dibanding pada topologi bus
  • Mudah diimplementasikan
  • Konfigurasi yang cukup mudah
  • Biaya instansi yang cukup murah



Kekurangan Topologi Ring

  • Kinerja komunikasi dalam topologi ini dinilai dari jumlah atau banyaknya titik atau node
  • Troubleshooting yang cukup rumit
  • Jika salah satu koneksi terputus maka koneksi yang lainnya juga akan terputus
  • Sering terjadi tabrakan data



4. Topologi Mesh

contoh topologi mesh


Topologi Jaringan Komputer selanjutnya yaitu Topologi mesh merupakan bentuk topologi yang sangat cocok dalam pemilihan rute yang banyak. Hal tersebut berfungsi sebagai jalur backup pada saat jalur lain mengalami suatu masalah.



Kelebihan Topologi Mesh

  • Jalur pengiriman data yang digunakan sangat banyak, jadi jangan khawatir akan adanya tabrakan data (collision)
  • Besar bandwidth yang cukup besar
  • Keamanan yang baik


Kekurangan Topologi Mesh

  • Proses instalasi yang cukup rumit
  • Membutuhkan banyak kabel
  • Biaya yang mahal 


5. Topologi Tree

contoh topologi tree


Topologi Jaringan Komputer selanjutnya yaitu Topologi Tree, Sama seperti namanya yaitu tree atau pohon, topologi ini berbentu seperti pohon atau bercabang.

Topologi ini adalah gabungan antara topologi star dan juga topologi bus. Topologi jaringan ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dan hirarki yang berbeda-beda.



Kelebihan Topologi Tree

  • Susunan data yang terpusat secara hirarki
  • Memanajemen data yang baik dan mudah
  • Mudah dikembangkan


Kekurangan Topologi Tree

  • Apabila komputer yang menduduki tingkatan tertinggi mengalami masalah, maka komputer yang terdapat dibawahnya juga ikut bermasalah.
  • Kinerja jaringan pada topologi ini dibilang cukup lambat.
  • Menggunakan banyak kabel



6. Topologi Peer to Peer

contoh topologi peer to peer


Topologi Jaringan Komputer selanjutnya yaitu Topologi peer to peer merupakan topologi yang sangat sederhana dikarenakan hanya menggunakan 2 buah komputer atau laptop untuk bisa saling terhubung.

Pada topologi ini biasanya menggunakan satu kabel yang menghubungkan antar komputer untuk proses pertukaran data.



Kelebihan Topologi Peer to Peer

  • Biaya yang murah
  • Masing masing pc/laptop dapat berperan sebagai client maupun server
  • Instalasi yang cukup mudah


Kekurangan Topologi Peer to Peer

  • Keamanan bisa dibilang sangat rentan
  • Sulit dikembangkan
  • Sistem keamanan di konfigurasi oleh masing pengguna
  • Troubleshooting yang dibilang cukup sulit



7. Topologi Linier

contoh topologi linear


Topologi Jaringan Komputer selanjutnya yaitu Topologi linier atau biasanya dibilang topologi bus beruntut. Pada topolog ini biasanya menggunaka nsatu kabel utama untuk menghubungkan tiap titik sambungan pada setiap komputer atau laptop.


Kelebihan Topologi Linier

  • Mudah dikembangkan
  • Menggunakan sedikit kabel
  • Biaya yang murah
  • Tidak memperlukan kendali pusat
  • Sederhana


Kekurangan Topologi Linier

  • Memiliki kepadatan lalu lintas yang bisa dibilang cukup tinggi
  • Kemanan data yang kurang baik


 

8. Topologi Hybrid

contoh topologi hybrid


Topologi Jaringan Komputer selanjutnya yaitu Topologi hybrid ini merupakan kombinasi dari dua atau lebih topologi yang berbeda berpada menjadi satu bentuk baru pada sistem jaringan komputer.


Kelebihan Topolog Hybrid

  • Fleksibel dan efisien
  • Penambahan koneksi yang mudah


Kekurangan Topologi Hybrid

  • Pengelolaan pada jaringan ini sangatlah sulit
  • Biaya yang mahal
  • Instalasi yang cukup sulit


Kamis, 04 April 2019

Jenis - Jenis Perangkat Jaringan



1. HUB


        Hub atau yang lebih dikenal dengan istilah network hub adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya asalkan masih dalam lingkup jaringan yang sama. Artinya komputer atau perangkat yang terhubung melalui hub ini dapat saling bertukar informasi antara satu sama lain. Secara umum, hub dibedakan menjadi 3 jenis, antara lain;
1.     Passive hub, adalah hub yang mempunyai kemampuan untuk menerima dan mengirimkan data dari satu perangkat ke perangkat lain yang terhubung dengan hub
2.     Active hub, adalah hub yang menerima data dari perangkat yang terhubung dengan hub ini. Lalu kemudian mampu untuk memperkuat keamanan data sebelum dikirimkan ke perangkat lain yang terhubung pada hub tersebut
3.     Intelligent hub, yakni adalah hub yang dilengkapi dengan fungsi-fungsi tambahan yang berguna, sehingga dengan itu dapat melakukan pengaturan dan pemeriksaan terhadap arus pergerakan data yang terjadi pada hub tersebut.

2. SWITCH

       Switch adalah perangkat jaringan komputer yang berfungsi sebagai konektor / penghubung . Dilihat dari fungsinya , terlihat mirip dengan Hub . Perbedaan kedua alat ini adalah soal besaran luas jaringan yang dapat dikerjakan dan besaran kecepatan transfer data . Switch memiliki cakupan luas jaringan yang lebih besar dari Hub , dan Switch juga memiliki kecepatan yang lebih tinggi dibanding dengan Hub . 
Sampai saat ini besaran kecepatan transfer data tertinggi Hub adalah 100 Mbps .
         Sementara Switch telah dikembangkan untuk dapat melakukan fungsinya dengan kecepatan diatas 100 Mbps . Bahkan ada yang hampir mendekati kecepatan 1Gbps . Perbedaan Switch dan Hub juga terletak di tempat keduanya  bekerja . Switch bekerja pada Layer 2 dan Layer 3 . Sementara Hub bekerja pada Layer 1 . Switch bekerja berdasarkan alamat MAC pada NIC ( Network Interface Card ) . Hal ini bertujuan untuk mengetahui kemana paket data itu akan dikirim dan diterima . Sistem ini juga dibentuk agar tidak terjadi tabrakan pada jalur pengiriman data (collision ) antara port satu dengan yang lain . 

3. BRIDGE

  Bridge atau Jembatan Jaringan adalah suatu alat yang dapat menghubungkan jaringan komputer LAN (Local arean Network) dengan jaringan LAN yang lain. Bridge dapat menghubungkan tipe jaringan komputer berbeda-beda (misalnya seperti Ethernet & Fast Ethernet), ataupun tipe jaringan yang serupa atau sama.

Adapun fungsi dari bridge diantaranya sebagai berikut di bawah ini:
1.     Bridge dapat berfungsi menghubungkan 2 buah jaringan komputer LAN yang sejenis, sehingga dapat memiliki satu jaringan LAN yang lebih besar dari ketentuan konfigurasi LAN tanpa bridge.
2.     Bridge juga dapat menghubungkan beberapa jaringan komputer yang terpisah, baik itu tipe jaringan yang sama maupun yang berbeda.
3.     Bridge juga dapat berfungsi sebagai router pada jaringan komputer yang luas, hal seperti ini sering dinamakan dengan istilah “Bridge-Router”. Lalu bridge juga dapat men-copy frame data yaitu dari suatu jaringan yang lain, dengan alasan jaringan itu masih terhubung. Dan masih banyak lagi fungsi lainnya dari bridge.
4. ROUTER

   Router adalah perangkat network yang digunakan untuk menghubungkan beberapa network, baik network yang sama maupun berbeda dari segi teknologinya seperti menghubungkan network yang menggunakan topologi Bus, Star dan Ring.  Router minimal memiliki 2 network interface. 
      Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).
 Adapun beberapa fungsi router adalah sebagai berikut:
1. Router berfungsi untuk menghubungkan beberapa jaringan sehingga user dapat mengirimkan paket data dari suatu jaringan ke jaringan lainnya. Proses koneksi tersebut yaitu dengan mendistribusikan IP address kepada setiap komputer dalam jaringan, baik secara statis ataupun dengan DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol).

2. Fungsi router berikutnya adalah untuk mentransmisikan informasi atau data dari suatu jaringan menuju jaringan yang lain dimana sistem kerjanya mirip seperti Bridge (jembatan jaringan).

3. Fungsi router yang lainnya adalah untuk menghubungkan suatu jaringan lokal dengan koneksi DSL (Digital subscriber line) atau yang lebih dikenal dengan DSL router.

5. ACCESS POINT

   Access point adalah suatu perangkat jaringan komputer yang dapat menghubungkan peranti nirkabel dengan jaringan lokal dengan menggunakan teknologi seperti wifi, bluetooth, wireless, dan lain – lain. Biasanya access point menggunakan router, hub, atau switch sebagai perangkat keras untuk menghubungkan peranti nirkabel dengan jaringan lokal yang telah dibuat oleh administrator.
       Perangkat access point ini memiliki antena dan transceiver yang digunakan sebagai penerima dan penyebar sinyal untuk dihubungkan dengan peranti yang terhubung. Untuk dapat terhubung, pemilik perangkat biasanya diharuskan untuk memasukkan password yang telah dibuat oleh administrator jaringan.

       Secara umum fungsi dari access point adalah sebagai perantara lalu lintas data dari client (perangkat yang terhubung seperti laptop, smartphone, komputer, dan lain – lain ) dengan jaringan lokal yang telah dibuat (wifi, wireles, dan lain – lain). Adapun fungsi lainnya seperti berikut:

1.     Sebagai penyebar sinyal internet melalui gelombang radio kepada perangkat yang terhubung.
2.     Sebagai penghubung antara jaringan lokal yang memakai kabel dengan jaringan nirkabel ( wifi, wireless, bluetooth).
3.     Sebagai alat untuk mengatur IP Address secara otomatis terhadap perangkat yang terhubung, fungsi ini mirip dengan fungsi DHCP atau dynamic host configuration protocol .
4.     Sebagai pengaman dengan menerapkan fitur keamanan WEP atau WAP yang biasanya disebut dengan Shared Key-Autenthication ( akses wifi dengan password tertentu ).
6. LAN CARD

   LAN Card adalah, sering disebut juga dengan NIC (Network Interface Card), Ethernet Card, Kartu Jaringan yaitu suatu perangkat yang digunakan untuk menghubungkan antar komputer dalam sebuah jaringan komputer khususnya jaringan LAN. Definisi LAN (Local Area Network) adalah sebuah jaringan komputer yang hanya mencakup wilayah yang tidak luas misalnya jaringan komputer di dalam suatu gedung, satu ruangan/rumah. jaringank omputer jenis LAN sering sekali di gunakan di kantor, bandara, hotel, warnet, dan sebagainya.

      Fungsi LAN card adalah untuk menghubungkan antara komputer satu dengan komputer yang lainnya dalam sebuah jaringan LAN (Local Area Network), melalui LAN ini setiap komputer dapat saling tukar-menukar data maupun seperti mengakses perangkat keras misalnya printer, tentu saja fungsinya untuk dapat saling bertukar informasi antar komputer yang satu dengan yang lainnya. Pada saat ini banyak sekali jenis-jenis serta merek dari Kartu jarinagan yang tersedia di pasaran, untuk dapat menggunakannya tentunya harus kompatible atau cocok dengan motherboard dan menginstal drivernya.

7. REPEATER

   Repeater merupakan sebuah perangkat yang dapat berfungsi untuk menerima sinyal yang didalamnya berisikan data-data pada suatu jaringan tersebut. Jika Anda memiliki koneksi jaringan WiFi di rumah ataupun di kantor, namun Anda mengalami kesulitan untuk menjangkaunya, Repeater merupakan salah satu solusi yang tepat yang dapat Anda gunakan. Dimana jika Anda menggunakan Repeater ini maka jangkauan akan jaringan WiFi akan dapat bisa menjadi luas lagi sehingga memudahkan Anda  menemukan koneksi jaringan WiFi tersebut.

     Repeater tersebut dapat menerima sinyal dan kemudian alat ini memancarkan kembali sinyal yang ada serta identik dengan sinyal asalnya, namun hanya caranya saja yang berbeda. Mengapa demikian? Pada umumnya alat Repeater ini memang dapat memancarkan kembali sinyal yang ada dalam frekuensi yang cukup berbeda dari frekuensi sinyal pada asalnya. Oleh sebab itu, fungsi utama alat ini adalah untuk memperluas sebuah jangkauan jaringan pada koneksi WiFi dan Repeater ini juga dapat disebut sebagai WiFi Extender.

8. MODEM
   Modem adalah kependekan dari Modulator Demodulator. Istilah ini tentu lebih susah dimengerti daripada mengingat kata modem. Tentu saja untuk memudahkan penggunanya, maka disebutlah dengan istilah diatas.
Pengertian Modulator adalah alat yang memiliki fungsi sebagai pengubah sinyal informasi menjadi sinyal pembawa, dan selanjutnya mengirimkan sinyal tadi.

Lalu definisi Demodulator yaitu alat atau tools yang mempunyai fungsi sebagai penerima dan pemisah sinyal informasi dari sinyal pembawa.

Dari fungsi diatas, secara lebih mendalam berikut ini kegunaan modem:
1.     Sebagai pengubah sinyal digital menjadi analog dan sebaliknya.
2.     Sebagai penghubung banyak perangkat yang ada dalam suatu jaringan internet.
3.     Menjalankan proses modulasi dan demodulasi.
4.     Menjalankan komunikasi dan memeriksa data.
5.     Melakukan kompresi data ketika akan dirikim melalui sinyal.
Jenis-Jenis Modem
Terdapat banyak jenis modem yang ada di dunia jaringan internet yang dikenal, antara lain: Pada umumnya, modem dibagi menjadi 6 macam, antara lain sebagai berikut:

Modem ISDN
Modem ISDN atau singkatan dari Integrated Services Digital Network merupakan jenis modem yang mana layanan antara data, suara serta gambar terintegrasi pada sebuah jaringan.
Dan juga menyajikan suatu sambungan digital untuk menunjang pelayanan yang cukup banyak. Kelebihan memakai modem jenis ini yaitu fleksibiltas serta menghemat biaya.
Biaya yang dipakai untuk sistem yang terintegrasi akan lebih murah dibanding memakai sistem yang bersifat terpisah.

Modem GSM
Modulator Demodulator GSM ini menggunakan telepon seluler untuk sistemnya dalam mengirimkan data. Modem GSM ini memakai kartu perdana operator dari berbagai provider yang bersifat GSM.

Modem Analog
Jenis modulator ini hanya dapat mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital


Modem ADSL (Asymetric Digital Subscribe Line)
Modem ini dapat memaksimalkan pemakai dalam menjelajahi internet dan melakukan panggilan telepon secara bersama. Penggunaanya juga mudah, seringkali pemakai Modem ADSL akan memperol;eh alat yang dinamakan dengan Splitter.